Jumat, 28 November 2014

Laporan Praktikum Kimia “Penentuan Titik Beku Larutan”

Praktikum
Penentuan Titik Beku Larutan
A.   Rumusan masalah
Apakah titik beku air suling, larutan urea dan larutan NaCl sama untuk tekanan yang sama?
B.   Tujuan Percobaan :
Menyelidik titik beku larutan serta faktor-faktor yang mempengaruhinya.
C.   Teori Yang Relevan :
·        Jika suatu pelarut ditambah zat terlarut, maka titik beku larutan akan turun sesuai dengan jumlah partikel zat terlarut.
·        Untuk jumlah zat nonelektrolit dan zat elektrolit terlarut sama, maka titik beku larutan elektrolit akan lebih rendah karena jumlah partikel zat elektrolit lebih banyak.
D.   Hipotesis :
·        Jika air suling ditambah dengan zat terlarut (urea atau NaCl), maka titik bekunya akan turun sesuai dengan banyaknya urea atau NaCl.
·        Jika molal urea dan molal NaCl sama, maka titik beku larutan NaCl akan lebih rendah daripada titik beku larutan urea.
E.   Variabel-Variabel Percobaan :
·        Variabel kontrol : Volume air suling
         Volume larutan urea
         Volume larutan NaCl
·        Variabel bebas    :  Molalitas larutan urea
          Molalitas larutan NaCl
·        Volume terikat    : Titik beku larutan urea
          Titik beku larutan NaCl
F.    Alat Dan Bahan Yang Digunakan :
1.     Thermometer
2.     Tabung reaksi dan rak tabung reaksi
3.     Gelas kimia plastik
4.     Batang pengaduk kaca
5.     Sendok makan
6.     Es batu dan garam dapur kasar (untuk campuran pendingin)
7.     Air suling
8.     Larutan urea 1 molal dan 2 molal
9.     Larutan Nacl 1 molal dan 2 molal
G.   Cara Kerja :
1.     Masukkan butiran-butiran kecil es ke dalam gelas kimia sampai kira-kiran tiga perempatnya.

2.     Tambahkan  8 sendok garam dapur, kemudian aduk dengan sendok tersebut.
3.     Isi tabung reaksi dengan air suling, kira-kira setinggi 4 cm.
4.     Masukkan tabung reaksi tersebut ke dalam gelas kimia yang berisi campuran pendingin.
5.     Aduk campuran pendingin.
6.     Masukkan batang pengaduk ke dalam tabung reaksi dan gerakkan pengaduk itu turun naik dalam air sampai air tabung reaksi membeku seluruhnya.
7.     Keluarkan tabung reaksi dari campuran pendingin dan biarkan es dalam tabung reaksi meleleh sebagian.
8.     Ganti pengaduk dengan thermometer.
9.     Dengan hati-hati. Aduklah campuran dalam tabung reaksi dengan thermometer secara turun naik.
10.             Bacalah thermometer dan catat temperaturnya.
11.             Ulangilah langkah 3 sampai langkah 10 dengan menggunakan larutan urea 1 molal dan 2 molal serta larutan NaCl 1 molal dan 2 molal, sebagai pengganti air. (Jika es dalam gelas kimia sudah banyak yang mencair, buat lagi campuran pendingin seperti di atas).
H.  Format Data Hasil Percobaan
Titik beku air : 0 0C


No
Larutan
Selisih Titik Beku Air dengan Titik Beku Larutan (0C)
Zat Terlarut
Kemolalan
Titik beku (0C)
1
Urea
1 molal
-1 0C
1 0C
2
Urea
2 molal
-1 0C
0C
3
NaCl
1 molal
-2 0C
0C
4
NaCl
2 molal
-3 0C
3 0C
  

I.      Pertanyaan :
1.     Apa fungsi garam dapur yang terdapat dalam campuran pendingin ?
Jawab : Fungsinya sebagai zat yang menurunkan titik beku es batu sehingga es batu tidak akan membeku pada suhu 0°C, sehingga ketika sebuah tabung reaksi diletakkan didalam gelas kimia, akan terbentuk sebuah sistem antara larutan es batu yang suhunya 0°C dengan larutan uji yang ada didalam tabung reaksi.
2.     Bagaimana pengaruh konsentrasi terhadap titik beku larutan dan penurunan titik bekunya ?
Jawab : Semakin pekat larutan maka titik bekunya semakin rendah dan penurunan titik bekunya semakin tinggi.

J.     Kesimpulan
Dari percobaan di atas, dapat disimpulkan bahwa :
1.      Titik beku larutan (yang dalam hal ini digunakan larutan urea dan NaCl) memiliki titik beku yang lebih rendah dibandingkan dengan titik beku air (pelarut murni) karena di dalam larutan urea dan NaCl terkandung zat terlarut berupa molekul-molekul urea dan molekul-molekul NaCl yang menyebabkan terhalangnya molekul-molekul air untuk membeku sehingga dibutuhkan suhu yang lebih rendah untuk membekukan larutan urea dan NaCl tersebut.

2.      Jumlah partikel yang lebih banyak, akan membuat larutan elektrolit lebih sukar membeku, sehingga membutuhkan suhu yang lebih rendah, dan waktu yang lama. Hal inilah yang membuat titik beku larutan elektrolit lebih rendah dibandingkan larutan non elektrolit.


Laporan pratikum kimia tentang tekanan osmotik pada wortel

“TEKANAN OSMOTIK PADA WORTEL”

D

I

S

U

S

U

N

                                                                          
NAMA : MUAIZAH FAJAR MEILINA
KELAS : XII. IPA 4
GURU MATA PELAJARAN : ZULMAHDI MUHI,S.Pd, M.Pd

DINAS PENDIDIKAN NASIONAL
SMA N 1 SEKAYU
TAHUN AJARAN 2014/2015











 BAB I
PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang
          Tumbuhan memiliki membran selektif permeabel (semipermeabel) pada akarnya sehingga memungkinkannya untuk melakukan  proses osmosis. Membran semipermeabel adalah selaput pemisah yang hanya dapat dilalui oleh air  dan molekul-molekulnya.
Sedangkan osmosis adalah peristiwa perindahan molekul dari larutan berkonsentrasi rendah ke larutang berkonsentrasi tinggi. Agar mudah mengamati proses ini kami menggunakan bahan wortel dan garam sehingga mudah untuk mengamatinya.

1.2   Rumusan Masalah
Mengapa garam dalam wortel mencair ?

1.3   Hipotesis
          Karena wortel memiliki membran semipermeabel sehingga air dapat merembes masuk ke dalam wortel dan bercampur dengan garam sehingga gula dalam wortel mencair.

1.4  Tujuan
          Untuk memahami proses terjadinya peristiwa osmosis (perpindahan molekul dari larutan berkonsentrasi rendah ke larutan berkonsentrasi tinggi)

 BAB II
LANDASAN TEORI

Pada membran sel terikat protein yang menembus maupun yang berada di luar permukaan. Pernyataan ini berdasarkan atas penemuanS.J Jinger dan G. Nicholson pada tahun 1972 tentang teori membran yang dikenal sebagai model mozaik fluid. Dengan melihat strukturnya membran bukan hanya sebagai pembatas suatu sel, tetapi lebih kompleks lagi karena membran memiliki kegunaan lain seperti berperan dalam lalu lintas keluar masuknya sel.
Transportasi molekul yang menuruni gradien konsentrasi disebut dengan transportasi pasif, sedangkan transportasi molekul yang melawan gradien konsentrasi disebut transportasi aktif. Molekul-molekul yang berukuran besar dalam proses transportasinya melibatkan pelekukan membran sel sehingga membentuk suatu vesikula. Transportasi aktif meliputi proses pompa ATP, eksositosis, dan endositosis. Adapun transpor pasif meliputi proses difusi, osmosis, dan difusi terbantu.
Transpor pada membran tergantung pada ukuran molekul dan konsep zat yang melewati membran sel tersebut molekul-molekul yang berukuran kecil dapat melalui membran sel dengan dua cara, yaitu :
·         Konsentrasi tinggi       konsentrasi rendah (difusi)
·         Konsentrasi rendah       konsentrasi tinggi (osmosis)
Osmosis merupakan proses perpindahan molekul-molekul pelarut (air) dari konsentrasi pelarut tinggi ke konsentrasi pelarut yang lebih rendah melalui membran diferensial permeabel. Contoh peristiwa osmosis adalah kentang yang dimasukkan ke dalam air garam. Osmosis merupakan suatu fenomena alami, tapi dapat dihambat secara buatan dengan meningkatkan tekanan pada bagian dengan konsentrasi pekat yang lebih encer.

 BAB III
METODE PENELITIAN
3.1    Waktu dan Tempat
Waktu : Senin, 1 September-Minggu 7 September
Tempat : Di Rumah / Individu

     3.2    Alat / Bahan
·         Wortel
·         Garam
·         3  Gelas
·         Air
                   
     3.3    Cara Kerja

1.      Siapkan 3 gelas
2.      Kemudian masukkan masing-masing air dalam gelas tersebut
3.      Untuk gelas pertama tidak masuk garam dalam gelas tersebut. Gelas kedua dimasukkan garam sebanyak 3 sendok, dan gelas ketiga dimasukkan garam sebanyak 5 sendok
4.      Masukan wortel yang telah berisi garam dan tidak berisi garam tersebut ke dalam gelas yang berisi air.
5.      Amati perubahan ukuran wortel pada larutan air tersebut.
 BAB IV
                     TABEL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
         4.1 Tabel Pengamatan
                                                                       
Hari ke 1                                                       
Gelas Wortel
Pagi
Siang
Malam
1
Warna airnya jernih, tidak mengkerut. ukuran airnya 11,6 cm dan ukuran wortelnya 10 cm
Warna airnya jernih, tidak mengkerut. ukuran airnya 11,6 cm dan ukuran wortelnya 10 cm
Warna airnya jernih, tidak mengkerut. ukuran airnya 10,6 cm dan ukuran wortelnya 11 cm
2
Warna air di dalam larutan garam tidak mengkerut. Ukuran airnya 11,7 cm dan ukuran wortelnya 11 cm
Warna air di dalam larutan garam tidak mengkerut. Ukuran airnya 11,7 cm dan ukuran wortelnya 11 cm
Warna air di dalam larutan garam tidak mengkerut. Ukuran airnya 11,7 cm dan ukuran wortelnya 11 cm
3
Warna air di dalam larutan garam tidak mengkerut. Ukuran airnya 12,4 cm dan ukuran wortelnya 11 cm
Warna air di dalam larutan garam tidak mengkerut. Ukuran airnya 12,4 cm dan ukuran wortelnya 11 cm
Warna air di dalam larutan garam tidak mengkerut. Ukuran airnya 12,4 cm dan ukuran wortelnya 11 cm

Hari ke 2
Gelas Wortel
Pagi
Siang
Malam
1
Warna airnya jernih, tidak mengkerut. Wortel nya mengapung. ukuran airnya 11,6 cm dan ukuran wortelnya 11 cm
Warna airnya jernih, tidak mengkerut. Wortel nya mengapung. ukuran airnya 11,6 cm dan ukuran wortelnya 11 cm
Warna airnya jernih, tidak mengkerut. Wortel nya mengapung. ukuran airnya 11,6 cm dan ukuran wortelnya 11 cm
2
Warna air di dalam larutan garam tidak mengkerut. Ukuran airnya berkurang menjadi 11,5 cm dan ukuran wortelnya 11 cm
Warna air di dalam larutan garam tidak mengkerut. Ukuran airnya berkurang menjadi 11,5 cm dan ukuran wortelnya 11 cm
Warna air di dalam larutan garam tidak mengkerut. Ukuran airnya berkurang menjadi 11,5 cm dan ukuran wortelnya 11 cm
3
Warna air di dalam larutan garam tidak mengkerut. Ukuran airnya berkurang menjadi 12 cm dan ukuran wortelnya 11 cm
Warna air di dalam larutan garam tidak mengkerut. Ukuran airnya berkurang menjadi 12 cm dan ukuran wortelnya 11 cm
Warna air di dalam larutan garam tidak mengkerut. Ukuran airnya berkurang menjadi 12 cm dan ukuran wortelnya 11 cm
          Hari ke 3
Gelas Wortel
Pagi
Siang
Malam
1
Warna airnya mulai tidak jernih, mulai mengkerut. Wortelnya mengapung ukuran airnya berkurang menjdai 11,4 cm dan ukuran wortelnya 11 cm
Warna airnya tidak jernih, mulai mengkerut. Wortelnya mengapung. ukuran airnya 11,4 cm dan ukuran wortelnya 11 cm
Warna airnya tidak jernih, mulai mengkerut. Wortelnya mengapung ukuran airnya 11,4 cm dan ukuran wortelnya 11 cm
2
Warna air di dalam larutan garam mulai sedikit mengkerut. Ukuran airnya berkurang menjadi 11,5 cm dan ukuran wortelnya 11 cm
Warna air di dalam larutan garam  mulai sedikit mengkerut. Ukuran airnya 11,4 cm dan ukuran wortelnya 11 cm
Warna air di dalam larutan garam tidak mengkerut. Ukuran airnya 11,4 cm dan ukuran wortelnya 11 cm
3
Warna air di dalam larutan garam mulai sedikit  mengkerut. Ukuran airnya berkurang menjadi 11,8 cm dan ukuran wortelnya 11 cm
Warna air di dalam larutan garam tidak mengkerut. Ukuran airnya 11,8 cm dan ukuran wortelnya 11 cm
Warna air di dalam larutan garam mulai sedikit mengkerut. Ukuran airnya 11,8 cm dan ukuran wortelnya 11 cm
                                                

Hari ke 4
Gelas Wortel
Pagi
Siang
Malam
1
Warna airnya tidak jernih, mulai mengkerut. Airnya berbusa dan wortelnya mengapung. ukuran airnya berkurang menjadi 10,5 cm dan ukuran wortelnya 11 cm
Warna airnya tidak jernih, mulai mengkerut. Airnya berbusa dan wortelnya mengapung. ukuran airnya berkurang menjadi 10,5 cm dan ukuran wortelnya 11 cm
Warna airnya tidak jernih, mulai mengkerut. Airnya berbusa dan wortelnya mengapung. ukuran airnya berkurang menjadi 10,5 cm dan ukuran wortelnya 11 cm
2
Warna air di dalam larutan garam mengkerut.  Wortelnya mengapung Ukuran airnya 10,4 cm dan ukuran wortelnya 11 cm
Warna air di dalam larutan garam mengkerut.  Wortelnya mengapung Ukuran airnya 10,4 cm dan ukuran wortelnya 11 cm
Warna air di dalam larutan garam mengkerut.  Wortelnya mengapung Ukuran airnya 10,4 cm dan ukuran wortelnya 11 cm
3
Warna air di dalam larutan garam  mengkerut. Airnya  berbusa Ukuran airnya berkurang menjadi 11 cm dan ukuran wortelnya 11 cm
Warna air di dalam larutan garam  mengkerut. Airnya  berbusa Ukuran airnya berkurang menjadi 11 cm dan ukuran wortelnya 11 cm
Warna air di dalam larutan garam  mengkerut. Airnya  berbusa Ukuran airnya berkurang menjadi 11 cm dan ukuran wortelnya 11 cm

  Hari ke 5
Gelas Wortel
Pagi
Siang
Malam
1
Warna airnya tidak jernih, mulai mengkerut. Airnya berbusa ukuran airnya berkurang menjadi 10,2 cm dan ukuran wortelnya 11 cm
Warna airnya tidak jernih, mulai mengkerut. Airnya berbusa. Wortelnya mengapung. ukuran airnya berkurang menjadi 10 cm dan ukuran wortelnya 11 cm
Warna airnya tidak jernih, mulai mengkerut. Airnya berbusa. Wortelnya mengapung. ukuran airnya menjadi 10 cm dan ukuran wortelnya 11 cm
2
Warna air di dalam larutan garam  mengkerut. Airnya berbusa. Wortelnya mengapung Ukuran airnya berkurang menjadi  10,3 cm dan ukuran wortelnya 11 cm
Warna air di dalam larutan garam mengkerut. Airnya berbusa. Wortelnya mengapung Ukuran airnya berkurang menjadi 10,3 cm dan ukuran wortelnya 11 cm
Warna air di dalam larutan garam mengkerut. Airnya berbusa. Wortelnya mengapung. Ukuran airnya menjadi 10,3 cm dan ukuran wortelnya 11 cm
3
Warna air di dalam larutan garam mengkerut. Airnya berbusa.  Ukuran airnya berkurang menjadi 10,7 cm dan ukuran wortelnya 11 cm
Warna air di dalam larutan garam mengkerut. Airnya berbusa. Wortelnya mengapung  Ukuran airnya menjadi  10,7 cm dan ukuran wortelnya 11 cm
Warna air di dalam larutan garam mengkerut. Airnya berbusa. Wortelnya mengapung.  Ukuran airnya menjadi 10 cm dan ukuran wortelnya 11 cm
                                                 
 Hari ke 6
Gelas Wortel
Pagi
Siang
Malam
1
Warna airnya tidak jernih, mulai mengkerut. Airnya berbusa ukuran airnya berkurang menjadi 10 cm dan ukuran wortelnya 10 cm
Warna airnya tidak jernih, mulai mengkerut. Airnya berbusa. Wortelnya mengapung. ukuran airnya berkurang menjadi 10 cm dan ukuran wortelnya 10 cm
Warna airnya tidak jernih, mulai mengkerut. Airnya berbusa. Wortelnya mengapung. ukuran airnya menjadi 10 cm dan ukuran wortelnya 10 cm
2
Warna air di dalam larutan garam  mengkerut. Airnya berbusa. Wortelnya mengapung Ukuran airnya berkurang menjadi  10,2 cm dan ukuran wortelnya 10 cm
Warna air di dalam larutan garam mengkerut. Airnya berbusa. Wortelnya mengapung Ukuran airnya berkurang menjadi 10,2 cm dan ukuran wortelnya 10 cm
Warna air di dalam larutan garam mengkerut. Airnya berbusa. Wortelnya mengapung. Ukuran airnya menjadi 10,2 cm dan ukuran wortelnya 10 cm
3
Warna air di dalam larutan garam mengkerut. Airnya berbusa.  Ukuran airnya berkurang menjadi 10,6 cm dan ukuran wortelnya 10 cm
Warna air di dalam larutan garam mengkerut. Airnya berbusa. Wortelnya mengapung  Ukuran airnya menjadi  10,6 cm dan ukuran wortelnya 10 cm
Warna air di dalam larutan garam mengkerut. Airnya berbusa. Wortelnya mengapung.  Ukuran airnya menjadi 10,5 cm dan ukuran wortelnya 10 cm
                                                           
Hari ke 7
Gelas Wortel
Pagi
Siang
Malam
1
Warna airnya tidak jernih, mulai mengkerut. Airnya berbusa ukuran airnya berkurang menjadi 9,8 cm dan ukuran wortelnya 10 cm
Warna airnya tidak jernih, mulai mengkerut. Airnya berbusa. Wortelnya mengapung. ukuran airnya berkurang menjadi 9,8 cm dan ukuran wortelnya 10 cm
Warna airnya tidak jernih, mulai mengkerut. Airnya berbusa. Wortelnya mengapung. ukuran airnya menjadi 9,5 cm dan ukuran wortelnya 10 cm
2
Warna air di dalam larutan garam  mengkerut. Airnya berbusa. Wortelnya mengapung Ukuran airnya berkurang menjadi  10 cm dan ukuran wortelnya 10 cm
Warna air di dalam larutan garam mengkerut. Airnya berbusa. Wortelnya mengapung Ukuran airnya berkurang menjadi 10 cm dan ukuran wortelnya 10 cm
Warna air di dalam larutan garam mengkerut. Airnya berbusa. Wortelnya mengapung. Ukuran airnya menjadi 10 cm dan ukuran wortelnya 10 cm
3
Warna air di dalam larutan garam mengkerut. Airnya berbusa.  Ukuran airnya berkurang menjadi 10,4 cm dan ukuran wortelnya 10 cm
Warna air di dalam larutan garam mengkerut. Airnya berbusa. Wortelnya mengapung  Ukuran airnya menjadi  10,4 cm dan ukuran wortelnya 10 cm
Warna air di dalam larutan garam mengkerut. Airnya berbusa. Wortelnya mengapung.  Ukuran airnya menjadi 10,3 cm dan ukuran wortelnya 10 cm












4.2 Pembahasan
Berdasarkan hasil pengamatan, berat potongan  dan wortel setelah perendaman pada larutan gula dan garam berkurang. Perendaman pada larutan garam yang prosentasinya lebih besar, menghasilkan kondisi  dan wortel yang lebih lembek, tetapi keduanya menunjukkan pengurangan berat.
Saat  wortel direndam dalam larutan gula dan garam, akan terjadi perpindahan air secara osmosis dari sel-sel  wortel keluar menuju ke larutan tersebut. Perpindahan air ini terjadi karena sel-sel wortel hipotonis terhadap larutan gula  yang hipertonis.
Sedangkan perendaman potongan wortel yang direndam pada aquades beratnya juga berkurang (berdasarkan pengamatan). Hal ini tidak sesuai dengan teori, karena seharusnya, potongan wortel yang direndam di air akan bertambah beratnya. Air dari larutan masuk ke dalam sel-sel kentang dan wortel, karena sel-sel kentang hipertonis dibandingkan air. Akibat masuknya air ini menyebabkan isi sel bertambah, dan sel dalam keadaan turgid (tekanan turgor tinggi). Inilah yang menyebabkan wortel menjadi keras dan beratnya bertambah.
Pengamatan wortel yang direndam pada larutan garam memiliki rata-rata pengurangan berat yang kurang dari 5 %. Akan tetapi, berdasarkan teori, seharusnya pengurangan berat dapat mencapai 12 %.
Ketidaksesuaian hasil pengamatan dengan teori yang benar, dipengaruhi beberapa faktor, antara lain : pengukuran berat yang tidak teliti, serta waktu untuk mengeringkan rendaman potongan wortel setelah dikeluarkan kurang lama.
Ada kalanya proses osmosis juga dapat membahayakan sel. Jika sel terdapat pada larutan yang hipotonik, maka sel tersebut akan mendapatkan banyak air, sehingga dapat menyebabkan lisis (pada sel hewan), atau turgiditas tinggi (pada sel tumbuhan). Sebaliknya jika sel berada pada larutan hipertonik, maka sel banyak kehilangan molekul air, sehingga sel menjadi kecil (krenasi) dan dapat menyebabkan kematian.
 BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1  Kesimpulan

Osmosis merupakan bergeraknya air dari larutan yang konsentrasinya lebih rendah ke konsentrasi yang lebih tinggi. Dalam praktikum yang telah kami lakukan, dapat disimpulkan bahwa wortel yang dimasukkan ke dalam larutan garam mengalami penurunan berat dari berat semula. Hal ini dikarenakan air yang berada dalam bahan memiliki konsentrasi lebih rendah dari konsentrasi larutan diluarnya sehingga air yang berada dalam wortel tersebut bergerak ke larutan di luarnya.
5.2  Saran
Saran yang dapat kami berikan pada praktikum ini yaitu, sebaiknya agar memahami lebih jauh tentang proses osmosis perlu dikembangkan lagi dan lebih lengkap untuk penelitiannya.